-->

Cerita Pendek Kepada Mu - Kurang Cerita




Berbagi Cerita Pendek Kepada Mu - Kurang Cerita


Kurangcerita.ml

Kurangcerita.mlCerita Pendek Kepada Mu - Kurang Cerita. Tak ada banyak yang ingin disampaikan pada mu tentang seberapa patahnya berharap pada manusia, 

jika katamu jangan berharap pada manusia, tetapi mengapa manusia ditakdirkan penciptakan pengharapan untuk orang lain? sampai saat ini yang ku tahu kamu belum bisa menjawab pertanyaanku ini kan? Meski sebenarnya aku sedang belajar menafasir kata-kata “Bercanda” pada definisi mu.

-Ini hati- meski tak perlu ku ungkapkan secara terang-terangan ada gejolak tak biasa saat membalas pesanmu, 

ada hal yang aku sendiri bingung mengapa rasa datang sedini ini karena sikap perdulimu, 

ada rasa bahagia saat melihat pesanmu tentang kau berkata merindukan dan rasa-rasa lainnya yang tak aku mengerti saat mengangkat video call mu. 

Sekarang rasa itu semua sedang tidak baik-baik saja pada ucapanmu yang mengatakan “Semua perdulimu, pesan singkat hingga larut malammu semua adalah “Bercanda”.  

Bahwa sebenarnya tentang kita adalah teman biasa katamu
Kurangcerita.ml

Baca Juga : Cerita Pendek Goresan Luka - Kurang Cerita

Haha, tadinya aku hampir sekarat rasa yang telah ada tiba-tiba dipaksa harus hilang secepatnya ternyata gejolak didada salah menempatkan tuannya.

Kepada mu yang datang secara tiba-tiba, aku kagum pada semuanya tentangmu, meski sebenarnya yang penasaran dengan ku itu kamu. 

Ternyata kamu cukup pandai membuai seseorang yang terlalu perasa sepertiku, 

ku pikir aku tak perlu mendapat jawaban kau mencintaiku,

karena perlakuan mu seperti orang yang mencintaiku dengan penuh, ternyata aku yang terlalu perasa, 

aku bukanlah Nona dihatimu, kita teman biasakan ya? Meski perlakuan mu padaku membuatku tak bisa tidur lelap karena merindukanmu yang sebenarnya tak termiliki, 

Baca Juga : Cerita Pendek Memeluk Angan - Kurang Cerita

meski bola matamu tak memalingkan arah saat menatapku walaupun tak terhitung berapa banyak pesan yang kau kirim padaku setiap hari aku tetap saja tak bisa menebak bagaimana rasa mu terhadapku.

Kita adalah sepasang teman tak biasa”, Kataku-

Kurangcerita.ml

Lalu bisakah kita akhiri saja pertemanan yang sebenarnya bukan sekadar teman ini, 

terjebak pada rasa nyaman terkadang bukanlah satu hal yang menyenangkan, saat mengetahui aku bukanlah pemilik hati mu-Seutuhnya.

Atas nama hati, relakan saja aku pergi menyudahi semua yang semestinya tak terjadi, 

kau sudahi saja perdulimu agar tak ada jiwa yang kian lumpuh karena rasamu.

Baca Juga : Cerita Pendek Pergi Berdua - Kurang Cerita

Itulah Cerita Pendek Kepada Mu - Kurang Cerita Semoga bermanfaat bagi para pembaca semua.

Tamat.

LihatTutupKomentar