Cerita Memendam Rasa 3 - Kurang Cerita

Maret 30, 2020 Add Comment



KurangCerita.ml - Cerita Memendam Rasa 3  ‘Hmmhh… Dadaku terasa sesak. Bagaikan terhimpit dalam ruang hampa, melesat jauh ke angkasa tanpa seorang pun yang dengar dan rasakan apa yang tengah kurasa. Percuma saja bila kuhanya bisa menangis dalam hujan yang seolah mentertawakan tangisku. Lebih baik ku diam tanpa kata, daripada menangis tanpa teman untukku mengadukan isi hati.

Aku hanyalah orang biasa, yang ingin seperti mereka teman temanku pada umumnya. Dibelai, disayang, dimanja, dan dicinta. Hahaha lucu sekali kedengarannya. Hubunganku kini bersamanya justru sebaliknya, aku yang harus lebih bisa memahami suasana, menekan ego dan mengerti dirinya. Mana pernah dimanja, malah aku yang mencoba mengerti apa keinginannya.

Tapi bagiku itu bukan sebuah masalah yang perlu dibahas dalam kehidupan cintaku. Biarkanlah mengalir seperti air. Kali ini mungkin aku hanya tidak bisa tekan perasaanku mengingat mereka, memandangiku seolah diriku tak punya malu.


Usia pacaran kami yang menginjak sembilan bulan kini semakin membuka pikiranku tentang hukum kehidupan yang sebenarnya. Kudapatkan banyak ilmu didalamnya. Senang, girang, susah, resah, amarah, semua telah kupahami dan aku pun mulai terbiasa dengan cemoohan mereka terhadapku.

Kuping ini sudah cukup kebal untuk menahan tawa mereka ditengah kegusaran perasaanku. Tapi. . . masa iya aku harus selalu mengalah? apakah itu berarti aku tak boleh sekali saja memaksakan ego ku?. Sorot mata kedua orang tuanya selalu miris kurasa, perih batinku setiap mengingat tatapan dingin mereka saat memandangiku.

Aku selalu mencoba untuk tergar, dan tak pernah mempermasalahkan kehadiranku kedalam kehidupan abangnya Aku tak mengerti bagaimana hukum cinta yang berlaku. Yang kurasakan, aku sayang pada wanita itu, buktinya aku selalu bisa mengalah untuknya tanpa kutahu pasti alasannya kenapa. Tapi ya… sudahlah. Aku tak mau meratap pilu ditengah gerimis buta ini.’


Awan semakin merapatkan barisan, bergulung gulung dibarengi kilat yang menjilat jilat menutup bencah cahaya yang hitam kala padam. Pikirannya kalut tak berpenentuan mengikuti lamunan. Mengenang seluruh sastra cinta keabadian tentang wanita yang kini ia jadikan teman


COOMING SOON FOR CERITA MEMENDAM RASA 4 - KURANG CERITA

Memendam Rasa 2 - Kurang Cerita

Maret 16, 2020 Add Comment

kurangcerita.ml

Kurangcerita.ml Aku memang laki laki bodoh yang tak memiliki cukup keberanian untuk memperjuangkan perasaan. Maafkan aku yang abaikan kebaikan. Diriku yang tak peka tentang sebuah kerinduan. Betapa hidupku kini bagaikan ‘Berjalan dalam asa hampa seolah tak kumiliki setitik kuasa’ pada diriku sendiri. 

Ini kan hidupku, lalu kenapa aku tak bisa tentukan mana yang harus kulakukan? Betapa bodohnya
diriku. Apakah tubuh ini bisa kujadikan sebuah alasan untuk sebuah kiasan?. Bersamaku, mungkinkah ia pernah merasa kuberikan sebuah kebahagian? Mungkinkah dia rasakan kedamaian
yang berarti didalam hatinya? Apakah pernah kubuatnya merasakan ketentraman saat bersamaku?
Aku tak tahu. Setahuku, ia selalu mencoba mengerti diriku, memahami ego ku dan meng iya_kan mau ku. 

Lalu apakah aku pernah melakukan hal sama seperti yang dia lakukan padaku? Pertanyaan itu menghiasi kegundahanku. Oh Tuhan… betapa tak bergunanya diriku ini. Hanya menjadi beban baginya. Meski ia belum pernah atau mungkin takkan pernah mengeluh dihadapanku. Sejauh ini tak pernah kulihat keluh kesahnya tentang hubungan kami berdua. Pikirannya jauh lebih dewasa dari yang kukira. 
Dunia memang selalu membuatku terpana, disetiap sudutnya ternyata masih ada sudut yang lain lagi.
Wanita sepertinya tak seharusnya bersanding dengan laki laki sebodoh diriku. Ia layak mendapatkan yang jauh lebih baik dariku. Maafkan aku ya..’ ia memandangi foto wanita tegar itu yang ia simpan
didalam ponsel nya. * ‘Oke. . . sepertinya…’ nafas berat. ‘Oke… sepertinya aku masih punya 30 menit lagi. 

Kucoba menunggu kamu, biarlah waktu terus saja berdetik seiring detak jantungku yang semakin melemah. Kamu sudah menjadi sebagaimana dirimu, aku suka itu. Dari sekian banyak perempuan yang pernah kutemui, setidaknya bersamamulah kehidupanku menjadi lebih berarti. Entah mengapa meskipun sering kurasakan sakit hati atas cibiran serta hinaan orang orang di sekitar kita, namun bagiku itulah sebuah pembelajaran yang patut ku syukuri.


COMING SOON  MEMENDAM RASA 3 - KURANG CERITA 

Cerita Memendam Rasa 1 - Kurang Cerita

Desember 22, 2019 Add Comment
Berbagi Cerita Memendam Rasa 1 - Kurang Cerita
Kurangcerita.ml


Kurangcerita.ml - MEMENDAM RASA 

Dalam sebuah hubangan ada yg namnya cinta tapi itu tidak akan terlihat apabila kita tak menghargai nya jadi kamu harus siap patah dan kuat menerima apa itu penyesalan.

Dulu saya pernah mencintai seseorng yg sangat populer sehingga banyak yg mendekati nya tetapi saya ragu apakah dia mencintai saya juga atau hanya sekedar menghargai dengan sikap dia yang terus memperlihatkan ketulusan.

Saya cukup lama berpacaran dengan dirinya tetapi banyak hal yang membuat kami semakin jauh yaitu karena ketidakterbukaan, kepercayaan yang hilang, kebohongan yang dilakukan dan ketulusan yang disia siakan.

Saya mengenal nya dengan sosok yang anggun dan kebaikan hati yang indah sehingga saya mendapatkan apa itu perhatian dan apa itu perjuangan.

Seiring waktu saya tidak bisa lebih lama berkomitmen dengan nya karena yang membuat saya mundur dan ragu untuk melanjutkan nya itu adalah ketika dia bilang itu lah kelemahan saya, masa harus cewe dulu yg mulai, cewe sama cowo itu beda porsi.

Dan tidak mau berusaha maksimal kalo udah gabisa ya gabisa aja gituh tanpa melihat perjuangan saya yang selalu membuang waktu hanya untuk dirinya.

Hubungan itu berakhir dengan baik baik saja tetepi membuat rasa penyesalan pun ikut hadir karena ego yang tinggi sehingga rasa sayang pun kalah dan akhir nya saling menunggu apakah dia akan kembali.

Sebelum berakhir hubungan yang saya ingat adalah dia orang nya banya yang mendekati tetapi walaupun menyakitkan tetapi saya percaya sama dia.

Tetapi sebalik nya ketika dia cemburu membuat saya menjauhi teman dekat saya karena dia menangis berpikir saya jahat karena merasa tidak menghargai dirinya.

Apa yang terjadi sebenarnya saya mulai tidak dekat dengan teman saya dan saya pernah cemburu juga padanya akan hal yang sama walaupun begitu tetapi apa daya mungkin dasar nya cewe banyak yang mendekati dan ingin lebih dihargai apa yang dilakukan dirinya sendiri.

Saya sebenarnya cuek akan hal yang ga penting buat saya tetapi saya tidak suka terus berjuang tetapi pasangan anda tidak ikut berjuang sekuat apa yang anda rasakan dan lakukan demi seseorang yang anda cintai.


Comingsoon for memendam rasa 2

Cerita Horor Rumah Klasik Berhantu - Kurang Cerita

November 30, 2019 Add Comment
Berbagi Cerita Horor Rumah Klasik Berhantu - Kurang Cerita
Sumber : Twitter_@sadnessandchill

Kurangcerita.ml

Kurangcerita.ml - Cerita Horor Rumah Klasik Berhantu.   Kamu benar-benar mengacaukan kali ini bukan? kamu menemukan rumah yang sangat indah yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, dan kamu langsung membelinya. Dan sekarang setelah kamu pindah, kamu mulai memperhatikan beberapa keganjilan.

Seperti ketukan di malam hari, pintu terbuka dan terutup sendiri, halusinas suara dan bisikan. Ini lebih umum daripada yang kamu kira, tetapi tidak semua orang menyadari bahayanya.

Tanda-tanda ini bisa menjadi bukti bahwa ada jiwa yang tersesat tinggal di rumahmu. Mungkin itu adalah penghuni sebelumnya yang membakar dirinya di loteng. Atau mungkin seorang ayah tiba-tiba menjadi gila dan mengecat rumah dengan darah anak-anaknya.

Jika ini terdengar familiar bagimu dan kamu mencari bantuan di internet, maka kamu datang ke tempat yang tepat.

Jadi aku punya teman, teman ini bernama Nathan. Beberapa bulan yang lalu, Nathan menemukan sebuah rumah dijual di Georgia selatan. Itu terletak di sepanjang hutan terpencil. Itu adalah area bersejarah
Rumahnya bergaya kolonial tua dengan luas 5.000 kaki persegi, 6 kamar mandi dam 6 tempat tidur dengan pagar kayu putih yang membentang luas. Itu adalah  tipikal rumah impian klasik semua orang.

Harganya sangat rendah, dan setelah Nathan menghubungi agen real estat, ia mendapati bahwa harga yang ia lihat tercantum memang harga yang diminta. Bagi kebanyakan orang, ini mungkin pertanda red flag yang cukup besar, tetapi Nathan adalah seorang idiot.

Dia adalah tipe alpha male yang akan meniduri pacarmu, selalu di gym 24/7. Seperti itulah Nathan
Dia sombong, dan sering membiarkan kesombongan menguasai dirinya. Istrinya Janelle sebenarnya adalah mantan pacarku dari masa lalu. Mereka punya dua anak, Natalie dan Mason yang mana keduanya adalah anak nakal.

Nathan  berpikir bahwa harga murrah diberikan oleh alam semesta kepadanya, dan Nathan langsung setuju pada tawaran itu, dalam beberapa minggu ia dan keluarganya mulai pindah. Aku mengajukan diri untuk membantu mereka pindah, dan jujur rumahnya sangat indah

Awalnya normal saja bagi mereka, tetapi Nathan segera mulai memperhatikan beberapa kejadian aneh. Itu dimulai dengan suara ketukan, yang sepertinya bergema di seluruh rumah pada jam-jam tertentu.

Dia mengatakan dia tidak pernah bisa tahu dari mana asalnya, dan sepertinya tidak pernah berasal dari tempat yang sama dua kali.

Tetapi itu baru permulaan.Nathan mencoba mengabaikan suara-suara ini, memberi tahu istrinya bahwa itu normal atau hanya suara angin dan dia mencoba menghibur anak-anaknya ketika mereka merasa takut. Dia punya dua anjing, Rusty dan Sailor.  Keduanya tampak menjadi sangat cemas setelah pindah.

Nathan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan obat untuk membantu anjing-anjingnya tetap santai, tetapi tampaknya tidak banyak membantu.

Nathan memberi tahuku bahwa Rusty, anjingnya yang paling tua akan mondar-mandir di aula setiap malam selama berjam-jam. Dia mengatakan itu seperti dia sedang menjaga sesuatu.

Dan sesekali Rusty akan tiba-tiba menggonggong dan menggeram. Nathan akan keluar ke aula, tetapi tidak pernah menemukan apa pun.  Dia menjadi prihatin dengan Rusty dan membawanya ke dokter hewan, tetapi dokter hewan mengatakan bahwa dia baik-baik saja.

Mason yang malang memiliki mimpi yang benar-benar mengerikan dan malam demi malam dia akan disiksa oleh mereka. Dia sering berbicara tentang 'Blurry Man' yang datang kepadanya ketika dia tidur dan membisikkan hal-hal buruk.

Dia bahkan mengatakan bahwa kadang-kadang dia akan melihat Blurry Man itu ketika dia bangun, tetapi tidak pernah lebih dari pandangan sekilas dan selalu dalam bayang-bayang atau di luar di hutan.

Nathan dan istrinya khawatir bahwa Mason mungkin menderita skizofrenia, tetapi banyak dokter mengonfirmasi bahwa dia normal.
Mereka mencoba memberikan pil tidur ke Mason untuk membantunya tidur lebih tenang. Itu bekerja sebentar, sampai Natalie, saudarinya mulai mengalaminya juga.

Natalie dan Mason menderita banyak goresan, luka, dan bahkan beberapa memar yang hampir tampak seperti bekas gigitan. Istri Nathan, Janelle, juga menjadi sasaran serangan ini. Para guru anak-anak di sekolah mulai memperhatikan, dan menjadi sangat khawatir akan keselamatan mereka.

Jelas dugaan pertama mereka bukanlah paranormal, tetapi bahwa anak-anak itu dilecehkan di rumah.  Dan ketika layanan sosial mengancam akan mengambil anak-anaknya, Nathan akhirnya setuju untuk memindahkan mereka dari rumah.

Janelle dan anak-anak tinggal bersama ibunya, dan Nathan ditinggalkan sendirian bersama anjing-anjingnya.

 Semakin buruk keadaannya bagi dia dan keluarganya, dia menjadi semakin tertutup. Pada banyak kesempatan dia menelepon polisi mengatakan bahwa dia percaya seseorang telah menerobos masuk, tetapi mereka tidak pernah menemukan bukti.

Akhirnya mereka bahkan memasukkannya ke blacklist, dan memperingatkan bahwa kontak lebih lanjut akan menimbulkan masalah hukum.

Daripada memberi tahu orang tua atau saudara laki-lakinya atau teman-temannya tentang apa yang sedang terjadi, dia malah menutup dirinya sendiri.

Dia menjadi gelisah dan paranoid, kadang-kadang menolak untuk membalas panggilan telepon dan pesan dari orang yang dicintainya.

Nathan telah mengumpulkan bukti untuk sementara waktu, dan telah mengumpulkan cukup banyak petunjuk.

Dia memiliki rekaman audio suara benturan dinding dan langkah kaki di loteng.

Dia mengambil banyak video, tapi tidak ada yang benar-benar menunjukkan apa pun.

Dalam jurnalnya ia juga menulis bahwa ia mengalami barang-barang di rumah yang melayang pada beberapa kesempatan, tetapi sayangnya ia tidak memiliki rekaman yang tercatat mengenai hal ini.

Dia benar-benar mabuk suatu malam, dan mulai merenungkan semua yang telah terjadi. Nathan selalu skeptis, tetapi bahkan ia tidak bisa mengabaikan dampak psikologis pada keluarganya.

Dia menyadari hubungannya dengan anak-anak dan istrinya sedang tegang, dan rumah barunya telah menjadi tempat permusuhan.  Ini membuat Nathan sangat marah.

Jadi Nathan berdiri, dan berteriak ke rumah kosongnya agar roh itu keluar dan menghadapnya. Tetapi hanya ada kesunyian, jadi dia berteriak lagi. Tidak ada roh menjawab panggilannya. Setelah beberapa tantangan lagi, dia tertawa tawa, mungkin percaya dirinya terlihat konyol.

Nathan kemudian kembali ke ranjang tidak lama setelah itu, dan menjadi tidur dalam beberapa menit. Nathan telah memasang kamera keamanan di kamarnya dengan harapan dapat menangkap bukti, dan malam itu ia menemukan sesuatu.

Sekitar pukul 2:13 pagi, Nathan terlihat mulai bergerak dalam tidurnya di video keamanan. Dia mendengus dan berbicara singkat, tetapi kata-katanya tidak dapat dipahami. Tiba-tiba matanya terbuka lebar di tempat tidur, dan mulai melirik ke sekeliling ruangan.

Nathan tampak berjuang, tetapi tubuhnya tidak bergerak. Diyakini dia menderita sleep paralyze yang membuatnya lumpuh sementara.  Matanya terus melesat cepat di sekitar ruangan. Kemudian terjadi sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh siapa pun yang melihat video.

Pintu kamar perlahan-lahan terbuka, dan kegelapan menyelimuti. Dada Nathan mulai dengan panik memompa ke atas dan ke bawah, dan matanya terbentang terbuka lebar.

Sesuatu kemudian terlihat bergerak. Itu bisa saja diakibatkan oleh tipuan cahaya pada awalnya, tetapi kemudian sebuah tangan terlihat menjangkau. Itu keriput dan kurus.

Sosok itu perlahan melewati pintu, bayangannya yang tinggi dan gelap hampir menyerempet bagian atas pintu. Itu tidak memiliki bentuk yang pasti, hanya muncul sebagai sosok humanoid berkerudung.  Tanpa mata atau wajah, hanya bayangan yang muncul dari mimpi terburuk Nathan.

Nathan yang malang terdengar bergumam dan merintih panik, tetapi dalam keadaan lumpuh ia tidak dapat melawan atau melarikan diri.

Dia tidak bisa melakukan apa pun selain menonton dengan ngeri saat benda itu mendekatinya. Itu berhenti di kaki tempat tidurnya, dan hanya menatapnya.

Nathan terus menerus terengah-engah dan tidak tampak berkedip sekali selama seluruh cobaan itu. Benda itu akhirnya bergerak mendekat. Itu kemudian membungkuk hanya beberapa inci dari wajahnya dan tampak membisikkan sesuatu.

Itu terlalu pelan untuk didengar oleh mikrofon di kamera, tetapi tentu saja itu tidak membuat Nathan merasa lebih baik tentang situasinya.

Tiba-tiba tangan makhluk itu melilit leher Nathan seperti ular. Dan dalam keadaan lumpuh dia tidak bisa berjuang melawannya.

Dalam satu menit dada Nathan berhenti bergerak, dan matanya diam.

Makhluk itu kemudian menatapnya sebentar. Dan seakan mengejek mereka yang akan melihat rekaman itu, dia langsung melihat ke kamera.

Dia membisikkan sesuatu lagi, tapi sekali lagi terlalu pelan untuk didengar.

Kemudian secepat dia muncul, dia melenggang keluar dari ruangan dan menghilang kembali ke kegelapan.

Nathan ditemukan oleh istrinya Janelle beberapa hari kemudian, dan dia menelepon polisi. Setelah otopsi, Nathan mati karena tercekik seperti yang ditunjukkan dalam video. Polisi menjelajahi tempat itu dan menemukan jejak kaki dari si penyusup.

Namun, jejak kaki itu cocok dengan sepasang sepatu bot Nathan sendiri. Polisi tentu saja tidak begitu cepat untuk percaya bahwa Nathan dibunuh oleh kekuatan supranatural.

Mereka melakukan wawancara dengan tetangga, teman, dan anggota keluarga, tetapi tidak satu pun dari mereka yang tampaknya cukup mampu atau termotivasi untuk melakukannya.

Tidak ada tanda-tanda masuk dengan paksa, dan tidak ada yang dicuri dari rumah.

Itulah Cerita Rumah Klasik Berhantu - Kurang Cerita. Semoga seru buat dibaca ya buat nemenin gabut nya.


Cerita Pendek Nasihat - Kurang Cerita

Juni 10, 2019 Add Comment
Berbagi Cerita Pendek Nasihat - Kurang Cerita
Kurangcerita.ml

Kurangcerita.ml - Cerita Pendek Nasihat - Kurang Cerita.  Di sebuah kerajaan, karena kesibukan sang raja memerintah, permaisurilah yang menemani dan sangat memanjakan sang pangeran. 

Pangeran tumbuh menjadi pemuda yang sombong, egois, kurang sopan santun, dan malas belajar. Raja sangat sedih memikirkan sikap pangeran muda. 

Bagaimana nasib negeri ini nantinya?

Setelah berbincang dengan permaisuri, raja pun bertitah: 

"Anakku, tahta kerajaan akan ayah serahkan kepadamu, tetapi dengan syarat engkau harus tinggal dan belajar selama 1 tahun di atas bukit bersama seorang guru yang telah ayah pilih. Bila engkau gagal, maka tahta kerajaan akan ayah serahkan kepada orang lain."

Pangeran serta merta menyanggupi persyaratan itu. Dalam hati ia berkata, Apalah artinya penderitaan 1 tahun dibandingkan kelak sebagai raja, aku bisa hidup mewah dan bersenang-senang seumur hidupku!

Setibanya di kediaman sang guru, tingkah laku pangeran tetap sombong, menyebalkan, dan tidak sopan. Dia merasa sebagai pangeran, semua orang harus menuruti kemauannya. 

Setiap kali gurunya bertanya, pangeran menjawab semaunya. Setiap kali gurunya menerangkan pelajaran, pangeran tidak mendengarkanmerasa sudah tahu semua.

Tidak terasa haripun berganti minggu. Sang guru berpikir keras tentang cara untuk memberi pelajaran kepada pangeran yang sombong dan sok pintar itu.

Suatu hari, sang guru menyeduh teh dan menuangkan ke cangkir pangeran. Air teh dituang terus dan terus hingga tumpah ke mana-mana sehingga mengenai tangan sang pangeran. 

Pangeran berteriak marah, 
Hai, bodoh sekali! Menuang teh saja tidak becus! Cangkir sudah penuh mengapa masih dituang terus? Air mendidih, lagi!

Dengan tersenyum sang guru berkata tegas, 

"Beruntung hanya tangan pengeran yang terkena percikan teh panas. Sebagai seorang pangeran, calon raja dan suri tauladan bagi rakyatnya, tidak sepantasnya berkata tidak sopan seperti itu, lebih-lebih kepada gurunya sehingga sepantasnya mulut pangeranlah yang harus dituang teh panas ini.
Aku sengaja menuang terus cangkir yang telah terisi penuh karena ingin mengajarkan kepada Yang Mulia bahwa cangkir teh diumpamakan sama seperti otak manusia. Bila telah terisi penuh maka tidak mungkin diisi lagi. Karenanya kosongkan dulu cangkirmu, kosongkan pikiranmu, agar bisa diisi hal-hal baru yang positif. Hanya bekal ini yang ingin guru sampaikan. Bila pangeran tidak berkenan, silakan pergi dari sini."

Mendengar perkataan sang gurunya yang tegas, pangeran seketika tertunduk malu. Peristiwa itu menyadarkan pangeran untuk mengubah sikapnya dan menerima pelajaran dari gurunya. 

Tentu saja perubahan sikap pengeran ini membuat raja sangat bergembira.

Teman-teman,

Karena status, pendidikan, atau kedudukan, seringkali seseorang merasa lebih tahu, lebih mengerti, dan lebih pintar dari orang lain. 

Sikap seperti ini membuat pikiran tertutup (atau mental block), sulit menerima hal-hal baru yang diberikan oleh orang lain.

Sikap seperti ini jelas merugikan diri sendiri. Jika kita mau dan bisa bersikap terbuka dalam menerima hal-hal baru serta mau menerima kritikan membangun yang diberikan oleh orang lain, 

maka kita akan dapat memetik banyak keuntungan; seperti bertambahnya wawasan, ide, pengetahuan, pengertian, wisdom, dan lain sebagainya. 

Pasti semua itu bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan dan menciptakan kesuksesan.

Itulah Cerita Pendek Nasihat - Kurang Cerita semoga bermanfaat bagi pembaca.

Cerita Pendek Yang Terbingkai - Kurang Cerita

April 30, 2019 1 Comment
Berbagi Cerita Pendek Yang Terbingkai - Kurang Cerita
Kurangcerita.ml

Kurangcerita.ml - Cerita Pendek Yang Terbingkai - Kurang Cerita. Pagi ini, dengan tegar aku terus berjalan menjelajahi trotoar.

Membawa sepotong kayu kecil dipakui gerincing sambil bernyanyi di depan warung, toko, serta orang-orang yang sedang asyik ngobrol bersama.

Rasa malu tak boleh kupakai demi mendapatkan rejeki yang halal.

Aku menjalaninya dalam wajah kegirangan.

Syukurlah, baru beberapa menit telah kudapati uang Rp. 7000. Tuhan benar-benar maha penyayang. Semakin mendorongku untuk lebih semangat bekerja.

Tak lama kemudian... mataku terpanggil lampu lalu lintas tengah berwarna merah.

Kendaraan-kendaraan yang ingin melewatinya berhenti semua.

Kuhampiri mobil hitam bertuliskan Avanza di belakangnya.

Lalu kunyanyikan lagu-lagu sendu disamping kanan kaca depannya seraya kugoncangkan sesuatu yang kubawa dengan kocak.

Tiba-tiba, dibukalah kaca itu oleh pengemudinya.

“Subhanallah...,” ucapku dalam hati.

Baru kali ini aku melihat makhluk tampan. Ditambah senyuman yang menjadi bumbu di wajahnya. Semakin menawan untuk kupandang. Sungguh malu diriku saat ini. Menerima uang darinya sebanyak Rp. 200.000.

“Maaf, Pak. Uang ini terlalu banyak,” ujarku sambil mengulurkan uang tersebut.

“Sudah, gak apa-apa. Ambil saja!,” tanggapnya, santun.

“Tapi...” lampu lalu lintas telah berganti hijau.

Sehingga kaca mobilnya sudah tertutup kembali dan melanjutkan perjalanan. Membuat perkataanku terpotong tak terarah.

Yang Terbingkai Menjadi Bangkai
Di rumah, aku menceritakan pengalamanku sama bapak diwaktu aku bekerja siang tadi, walaupaun sebentar.

Tapi, aku kecewa. Bapak hanya tertawa terbahak-bahak setalah mendengarkan semua yang kuceritakan. Padahal... aku ingin disanjung karena telah mendapatkan uang banyak.

“Ah, bapak ini mengecewakan Rina.”

“Lho!, emangnya ada yang salah dengan bapak?.”

“Nggak, sih. Tapi, kenapa bapak tertawa?.”

“Aduh... kirain kenapa. Bapak tertawa, karena bapak bangga punya anak seperti kamu. Baru mulai bekerja, sudah membawa uang sebanyak itu. Kamu benar-benar hebat!.”

“Alhamdulillah, pak. Itupun berkat laki-laki itu. Kok bisa ya?, dia langsung memberikan uang sebanyak itu kepada Rina.”

“Mungkin, dia mencintaimu, nak.”

“I...h..., bapak ini ada-ada saja. Sudahlah, jangan diungkit-ungkit lagi. Lebih baik, kita istirahat dulu yuk, pak. Rina capek. Besok kan mau kerja lagi.”

“Benar, bapak juga capek, nih.”

***

Keesokan harinya, seperti kemarin aku kembali kerja. Terus mengamen di tempat-tempat seperti kemarin pula.

Tanpa terasa, uang yang kupegang sudah berjumlah Rp. 15.000. cukup puas untuk memenuhi kebutuhan hidup kami dalam dua hari.

“Ya Allah, terimakasih Engkau telah menurunkan rejeki pada kami.”

Tak kusangka, mobil itu berhenti seketika di dekatku. Gimana ini?. Aku harus menghindar. Iya, aku harus lari.

Rasa maluku akan bertambah, jika dia memberiku uang lagi. Tapi, gimana dengan cinta ini?. Ah, mustahil bagiku untuk memilikinya.

Dia orang kaya. Sementara aku, hanya pengamen jalanan tak punya ibu. Hidup dengan seorang bapak ditimbun kefakiran. Mendingan, aku cepat-cepat lari.

“Hei...!, kenapa lari?.” Sejenak kuberhenti. Dia memanggilku. Apa yang akan kulakukan?. Aku merasa tidak enak padanya. Dia sudah memberiku uang banyak.

“Tunggu...!.” Aku kasihan. Lebih baik kutunggu saja, sekedar menghargainya.

“Kamu kok lari, sih?,” tanyanya dengan nafas tersendat-sendat.

“Maaf, pak,” jawabku, singkat dan gugup.

“Tolong, jangan panggil aku dengan sebutan itu. Namaku Jaka. Panggil saja, Jaka. Bisa kan!.”

“I...iya, Jaka.”

“Nah, gitu dong!. O,iya. Kalau boleh tahu, nama kamu siapa?.”

“Rina.”

“O...h, Rina.” Setelah itu, beberapa detik dia menghentikan perkataannya. Sambil lalu mengeluarkan dompet dari saku celana pensilnya.

“Ini ada sedikit uang untuk bekalmu,” ujarnya, menyodorkan tiga lembar uang padaku. Berjumlah Rp. 300.000.

“Bukannya aku tidak mau, nerima uang darimu. Tapi, uang yang kau berikan kemarin itu sudah terlalu banyak untuk kuterima,” tambahku, menolak.

“Anggap saja, uang ini kenang-kenangan dariku. Terimalah!, aku mohon.”

Dia menawar tanggapanku. Terpaksa aku menerimanya dengan menampakkan wajah seri. Walau sebenarnya rasa malu semakin menyetubuhiku.

“Terimakasih. Semoga Tuhan menggantinya yang lebih besar padamu. Kalau gitu, aku pamit pulang dulu, ya!.”

“Sebentar, Rin. Ada yang perlu kubicarakan sama kamu.”

“Apa?.”

“Emmm...”

“Cepat!. Aku terburu-buru.” Ucapku, mendesak.

“Aku mencintaimu.” Singkat serta cepat, kata-kata itu terlontar dari mulutnya. Pura-pura ku tak peduli akan itu. Segeralah aku pulang menggunakan kecepatan kaki.

***

Usai langkahku menginjak beranda rumah, kembali kuceritakan kejadian yang kualami barusan.

Sekarang, bapak tertawa lagi. Tapi, aku sudah tahu apa maksudnya. Pasti bapak membanggakanku.

“Permisi...” Aneh, Jaka kok bisa tahu arah menuju rumah ini?. Padahal, aku tak pernah memberitahukannya. Dan mau apa dia kesini?.

“Iya. Kemari, nak!.” Bapak mempersilahkannya. Jaka pun masuk dan langsung duduk di lantai tak beralas, di depan bapak.

Kemudian, dia memperkenalkan dirinya sambil berjabatan tangan dengan bapak.

“Dialah yang memberi uang sebanyak itu kepada Rina, pak,” aku mempertunjukkan kebaikannya.

“O...h, ternyata ini orang yang kau maksud mulai kemarin!,” seru bapak untuk meyakinkan dirinya.

“Benar, pak,” tambahku. Begitu bapak sudah mengerti, dengan sangat bapak mengucapkan terimakasih padanya.

Namun, Jaka hanya menjawab dengan senyuman.

Beberapa menit kemudian...

“Ngomong-ngomong, kedatangan saya kemari untuk...” Ada keraguan di mata Jaka dalam mengungkapkan perkataannya.

“Untuk apa?. Silahkan, jangan ragu-ragu,” balas bapak.

“Begini, pak. Saya bermaksud untuk melamar Rina.” Jantungku berdansa saat mendengar suara itu.

“Ya, iya. Tapi, maaf. Bapak tidak bisa berpihak dalam hal tersebut. Semua jawaban ada di tangan Rina,” bapak mengelak, memasrahkannya padaku.

“Akupun juga minta maaf. Aku tidak bisa pula berpihak dalam hidupmu.” Kendati aku sangat mencintainya, kurasa tidak secepat ini aku harus jadi istrinya.

“Maksudmu?.” Dia kebingungan, sampai mengerutkan dahinya.

“Aku benar-benar minta maaf, Jak. Aku hanya ingin hidup bersama bapak tanpa terhalangi siapapun. Alangkah baiknya, kita temenan saja.”

“Aku mohon, Rin. Terimalah aku!. Apapun akan kuberikan, jika itu merupakan persyaratan. Atau uang yang kuberikan masih kurang?. Demi kamu, akan kutambah, Rin.”

“Sekali lagi aku minta maaf. Aku tidak butuh persyaratan. Dan, aku bukan barang.Yang bisa dibeli dan ditawar. Cepat pergi!. Kau fikir, kamu bisa menguasai segalanya dengan uang!. Kalau kamu gak rela, akan kukembalikan sekarang juga.”

“Gak perlu, Rin. Aku akan pergi dari sini.”

Berakhirlah percakapan kami setelah dia melontarkan kata-kata itu. Perlahan dia keluar dari beranda, sehingga langkah demi langkahnya telah tak terlihat. Sedangkan bapak hanya membisu, menggeleng-gelengkan kepala.

***

Tanpa terasa lama, waktu menghipnotisku telah menjadi satu minggu sampai sekarang.

Heran, dalam minggu ini, Jaka tak pernah muncul di mataku. Apa dia marah akan semua perkataanku?. Baru saat ini, aku merindukan sosok itu. Rindu yang mendalam.

Tapi, kehadirannya sudah kutolak. Sudahlah, tak usah kufikirkan perasaanku ini. Yang harus kufikirkan tentang kelakuannya.

Sejak dia terbit di hadapanku, wajahnya menunjukkan banyak kebaikan.

Namun, kenyataan tiba-tiba saja bertandang dalam kepastian. Mentang dirinya kaya, dia berbuat seenaknya dengan uang. Ah..., malas aku mengingatnya.

“Nak Rina!.” Bersama colekan tangan di pundakku, suara itu terbias dari belakang. Segeralah aku menoleh dengan kaget.

“Nenek!, kirain siapa. Ada apa, nek?.” Ternyata nek Sambi, seorang nenek bertempat tinggal di sebelah timur rumahku. Rasa kaget tertelan oleh wajahnya.

“Cepat pulang, nak!. Keadaan di rumahmu dalam keadaan gawat,” jawab nek Sambi, penuh keresahan.

Tak banyak pertanyaan, hatiku ditemani penasaran. Kulempar alat ngamen yang kupegang. Secepat mungkin aku harus menyaksikan keadaan di rumah.

“Kenapa riuh, dan banyak orang?,” ucapku lirih, ketika jejakku menempati dekat pagar antara lorong dan rumah. Lalu, kuhampiri bapak yang terlihat kebingungan menghadapi orang-orang itu.

“Astaghfirullah!,” aku terkejut. Di depan mereka, ada Jaka dan dua brewok disamping kanan serta kirinya.

“Lihat, bapak-bapak, ibu-ibu!. Gadis inilah yang mengikat janji dusta. Saya dimintai uang banyak olehnya, sebagai syarat untuk saya kawini. Tapi, setelah saya memenuhi persyaratan itu, dia pura-pura tidak ingat akan janjinya. Dan menolak lamaran saya. Lebih parahnya lagi, uang yang saya berikan sudah habis dimakan!.” Seperti orang berdakwah, Jaka menyaringkan suara kepada mereka.

Akhirnya, mereka bersorak-sorak, tanda mengejek pada kami.

“Diam, diam...!,” aku berteriak. Terdiamlah mereka.

“Dia bohong!. Aku tak pernah melakukan janji itu,” 

aku melanjutkan teriakan, sekuat tenaga.

“Sudah, jangan sembunyikan lagi rahasiamu. Sekarang, cepat kembalikan uangku!. Kalau tidak, aku dan anak buahku ini akan mengusir kalian secara paksa.” Jaka semakin membentak.

“Nak, kenapa kamu tega memfitnah Rina seperti ini?. Maaf, jika perbuatannya tidak seperti apa yang kau inginkan. Kasihanilah kami, nak. Uangmu sudah kami pakai untuk makan dan juga bayar hutang. Dimana kami akan bertempat tinggal?, jika kami terusir dari sini!.” Seraya berlutut serta menangis, bapak minta keringanan pada Jaka di hadapannya. Sia-sia, sama sekali dia tak menghiraukan.

Sudah, pak. Bangun!. Ayo kita pergi dari sini. Tidak ada gunanya bapak mengemis-ngemis pada orang licik seperti dia.” Tak tega diriku melihatnya, dijadikan budak oleh Jaka. Kubangkitkan tubuhnya alun-alun. Kemudian, kami pergi menggendong kegalauan dan kesedihan. Diiringi sorakan serta ejekan mereka yang tak tahu alur kejadian sesungguhnya.

Itulah Cerita Pendek Yang Terbingkai - Kurang Cerita selamat membaca.

Cerita Pendek Tomboy dan Humoris - Kurang Cerita

April 16, 2019 1 Comment
Kurangcerita.ml - Cerita Pendek Tomboy dan Humoris. Seorang cewe yg tomboy dari sebuah sekolah menengah berkata pada dirinya sendiri,Tak ada cowo untuk ku sekarang.

Sebuah auto-sugesti untuk mengatakan bahwa dia sedang tak membutuhkan. 

Tak ada yg tau kenapa, sebuah kertas yg robek pun bila dilihat dari hasil robekannya akan tahu bagaimana itu terobek .

Hanya dia yg tau..

Di lain sisi, seorang pemuda periang yg agak sedikit jail dan berpikiran mesum sedang menggambar sambil bernyanyi, ada sebuah lagu keluar dari mulutnya, dan itu jelek sekali. 

Dia seperti bergumam dan jauh dari ekspektasi pencipta lagu terhadap pendengarnya.

Pada gambarnya, bukanlah hamparan 2 dimensi yg menggambarkan gunung dan matahari . 

Melainkan, sebuah tulisan huruf J dan M . 

Dengan lekukan-lekukan aneh yg pasti tak bisa ditemukan di Font Internasional.


Hey Diamlah ?

Oh shit..apa masalah mu, jelek ?

Cewe tomboy itu datang dan merobek kertas gambarnya...

Dengan marahnya ia,  cewe tomboy itu melempar dan tak tanggung pensilnya dipatahkan olehnya. Sampai telapak tangannya yg lembut merasa nyeri.

Kau tak tau?

Tanpa menjawab cewe tomboy itu menampar wajahnya..

Jangan bacot,  bodoh! 

Siswa siswi di kelas itu melihat mereka..

Karna risih,  cewe itu pergi dan tak lupa meludah padanya.

Sebuah Ban,  tak kan lupa bahwa dia berasal dari karet. 

Bahkan ketika dia bocor,  rusak,  dibuang dan didaur ulang menjadi karet semula sebagai bahan baku. 

Lalu menjadi suatu hal yg baru yg lebih Bagus,  yaitu menjadi sepatu

Apa maksudmu? 

Sambil membersihkan air ludah yg meleleh di bawah matanya.. Dia melanjutkan..

Aku bahkan tak merasa jijik pada ludah mu ini. 

Jika ini tak erotis di Negara ini,  atau tak dicap tindakan asusila dikelas ini aku ingin mengecapnya.  

Aku mau tau,  seberapa jauh kau menjadi seorang laki-laki


Semua terdiam

Bukan berarti aku gay ya guys..  Dengan tau bagaimana rasa ludah laki-laki.  Hahaha..  Aku tau itu lelucon yg bodoh..  

Dia lanjutkan pandang pada cewe tomboy itu dan berkata..

Aku sudah hidup lebih dari 15 tahun di dunia ini mengecap ribuan kali obsesi karna ketidak puasan ku terhadap apa yg namanya jati diri,  aku selalu terobsesi dan merubah pola pikir ku tanpa pikir panjang secara 180 derajat. 

Mengakibatkan aku punya kepribadian dari orang lain bukan dari diriku. Melihat dari mu,  dengan tubuh seksi dan mempunyai apa yg di ingin kan oleh ku.  Mencoba merubah perilaku dan mencoba menghilangkan itu.  Adalah hal bodoh yg tak bisa ku biarkan...

Cewe tomboy itu bekernyit dahi.

Aku tak mau kau seperti ku..

Hanya kau menjadi orang lain,  tak kan mengubah kehidupan ini menjadi apa yg kau inginkan

Cewe tomboy itu melepas topi nya,  melepas ikat rambutnya dan mengambil tisu dari tasnya

Jalan menuju cowo itu,  yg terdiam menunduk dan menunggu apa yg akan dia lakukan padanya.

Dia menyapuhkan pipinya tepatnya di bawah mata nya,  dengan pemandangan seperti itu...

Dengan cewe yg membersihkan wajah seorang cowo dengan cara mendongak sedikit. 

Mengatakan secara suasana,

Mereka seperti seorang pasangan.

Itulah Cerita Pendek Tomboy dan Humoris - Kurang Cerita. Semoga bermanfaat bagi kalian semua.


Tamat.

Cerita Memendam Rasa 3 - Kurang Cerita

Berbagi Cerita  Memendam Rasa 3 - Kurang Cerita kurangcerita.ml KurangCerita.ml - Cerita Memendam Rasa 3   ‘Hmmhh… Dadaku terasa...